Pejuang Al-Qassam berusaha menangkap tentara ‘Israel’ sebelum akhirnya menewaskannya. Insiden itu terjadi saat mereka menggempur posisi pasukan ‘Israel’ dan kendaraan-kendaraan militer di wilayah Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Yunis.
Video tersebut juga menunjukkan kontak senjata sengit antara para pejuang Al-Qassam dan pasukan ‘Israel’, serta momen ketika para pejuang berhasil merebut senjata milik tentara yang sebelumnya mereka kejar setelah melarikan diri dari sebuah alat berat militer.
Operasi tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa dari perlawanan untuk menyusup ke wilayah-wilayah yang diklaim ‘Israel’ sebagai “zona aman”. Para pejuang memanfaatkan medan yang kompleks serta reruntuhan bangunan untuk mendekati target dan melancarkan serangan presisi.
Yang menarik, operasi ini tidak mengandalkan serangan frontal dengan tembakan masif, melainkan menggunakan taktik kamuflase dan senyap, memungkinkan para pejuang mendekat hingga jarak 100–150 meter dari sasaran, demi menjamin efektivitas tembakan anti-tank mereka.
Kemampuan untuk meluncurkan serangan terkoordinasi dan kompleks dari utara Gaza (Beit Hanoun) hingga selatan (Rafah) juga menjadi bukti atas fleksibilitas strategi dan kematangan medan para pejuang, yang kini telah mencapai level tinggi dalam taktik perang gerilya.
