Pelanggaran “Israel” d Tepi Barat Melonjak Drastis, Masjid Dibakar Ribuan Pohon Ditebang

RAMALLAH (Arrahmah.id) – Berbagai data resmi dan lembaga hak asasi manusia Palestina melaporkan adanya lonjakan kuantitatif maupun kualitatif dalam pelanggaran ‘Israel’ di Tepi Barat yang diduduki sepanjang Juli lalu. Aksi kekerasan yang dimotori oleh militer dan para pemukim ekstremis tersebut dinilai sebagai bagian dari sistem terstruktur untuk merusak eksistensi warga Palestina di tanah mereka sendiri.

Berdasarkan laporan gabungan dari Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman, Kementerian Wakaf, Gubernur Yerusalem, serta pusat informasi Palestina Ma’ta, bulan Juli mencatat rekor tertinggi dalam berbagai bentuk penindasan, mulai dari pembunuhan, penggusuran, perluasan permukiman ilegal, hingga penyerangan terhadap tempat-tempat suci.

Pusat Informasi Ma’ta mencatat sebanyak 16 warga Palestina gugur dan 237 lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan dan serangan aparat serta pemukim ‘Israel’ sepanjang bulan lalu. Sementara itu, Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mendokumentasikan 2.256 aksi pelanggaran, di mana 798 di antaranya dilakukan secara langsung oleh para pemukim. Kepala Komisi, Muayyad Shaaban, menyatakan bahwa kekerasan ini melibatkan kolaborasi sistematis antara kekuatan militer yang memberikan perlindungan dan aksi teror para pemukim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New video

Populer video

Recommendation video